BPBD Kabupaten Brebes Gelar Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Tahun 2026

25 September 2026 | Berita, Kegiatan, Program Kinerja, Sosialisasi, Umum

Brebes, 25 September 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes melaksanakan Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) Tahun 2026 selama dua hari, Kamis–Jumat, 24–25 September 2026, bertempat di Objek Wisata Pasir Gibug, Desa Penanggapan, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Brebes, Drs. Budhi Darmawan, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan. Peserta diharapkan dapat memahami dan menyerap materi yang diberikan, kemudian mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam pelaksanaan tugas serta menularkannya kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan staf BPBD, relawan Penanggulangan Bencana (PB), dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa mampu berperan aktif dalam penyusunan dokumen Jitupasna maupun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di wilayah masing-masing. Ketersediaan dokumen tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan pemulihan pascabencana yang tepat sasaran dan berbasis data.

Pada hari pertama, penyampaian materi dilakukan oleh Irfanuddin, S.Hut. dari Dinperwaskim Kabupaten Brebes, yang membahas konsep Jitupasna, sektor perumahan, sektor sosial, serta dinamika kelompok. Peserta kemudian diberikan studi kasus untuk dianalisis secara berkelompok, termasuk melakukan penghitungan kerusakan, kerugian, dan kebutuhan sebagai bagian dari proses pengkajian pascabencana.

Materi dilanjutkan oleh I Made Susmayadi, S.Si., M.Sc. dari CV. Geopaksi Karya, yang memberikan pembekalan mengenai sektor ekonomi produktif. Penyampaian materi tidak hanya dilakukan secara teoritis, tetapi juga diperkuat melalui diskusi dan latihan kelompok agar peserta dapat memahami penerapan Jitupasna secara lebih praktis.

Memasuki hari kedua, materi kembali disampaikan oleh I Made Susmayadi, S.Si., M.Sc. dengan pembahasan mengenai sektor infrastruktur, lintas sektor, dan dinamika kelompok. Peserta selanjutnya mempresentasikan hasil analisis studi kasus masing-masing kelompok. Kegiatan presentasi dipandu oleh Sumitro Hadi Prayogo, ST. dan Rismanto, ST., Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Kabupaten Brebes.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pelaksanaan Pelatihan Jitupasna Tahun 2026 dari hari pertama hingga hari kedua yang disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kabupaten Brebes, Leo Alamudin, ST. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman peserta sekaligus memberikan penguatan terhadap materi dan praktik yang telah dilaksanakan selama pelatihan.

Kegiatan ditutup oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Brebes, Ruwanto, SH. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan mekanisme Jitupasna, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengkajian kebutuhan pascabencana di wilayah masing-masing.

Pelatihan Jitupasna Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya BPBD Kabupaten Brebes dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dengan dukungan data yang akurat dan keterlibatan berbagai unsur, proses pemulihan pascabencana diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

BPBD Kabupaten Brebes — Tanggap, Tangkas, Tangguh.